Sembilan-belas-bulan dan tanpa popok ;)

Yeayeayeay! Akhirnya si kecil yang tengil ini lepas juga dari pospak (popok sekali pakai). Lega banget rasanya.

Piyo (sekarang umur 20 bulan) memang pake pospak sejak hari ketiga dia ada di dunia fana ini. Yup, sejak pulang dari rumah sakit, dia 24/7 berada dalam kungkungan pospak. Ups, jangan protes dulu. Untuk urusan produk bayi, saya dan suami nggak suka main-main. Kualitas harus selalu jadi prioritas. Jadi selama nyaris 19 bulan Piyo pake pospak, hanya pernah sekali dia terkena ruam, dan itu karena dia sedang diare jadi keseringan dicebokin….

Siang-malam, di dalam ataupun luar rumah, sekarang udah nggak masalah. Piyo selalu memberi tahu (bukan tempe) kami apabila dia merasa¬†urges urges gimanaaa…gitu.¬†

Perjalanan mem-potty train¬†Piyo? Oho, JELAS BANGET BUKAN PERJALANAN MUDAH (air mata pun menetes mengenang proses panjang ini… -abaikan, red.)

Sebenarnya saya geli sendiri ketika mengingat lamanya proses¬†potty training¬†Piyo. Kenapa? Karena secara teoritis, saya udah punya segudang bahan bacaan tentang berbagai metode¬†potty training¬†yang bahkan sudah saya bagikan kemana-mana. Kesannya uwow banget ya. Padahal saya sendiri¬†belum berhasil…ūüėÄ dan pada akhirnya tidak menggunakan metode-metode itu sama sekali haha.

Proses mengenalkan Piyo sama konsep menyelesaikan “urusan”nya di toilet dimulai sejak lamaaaaaa….sekali. Sejak dia udah bisa duduk di umur empat bulanan. Yup,¬†thanks to my mom¬†yang dulu ngasuh Piyo di jam kerja saya, beliau membiasakan Piyo untuk pup di toilet. Caranya? Setiap kali Piyo menunjukkan muka¬†eeekkkk¬†khasnya, ibu saya langsung sigap sesigap-sigapnya langsung mendudukkan Piyo di toilet. Proses itu berlangsung sampe Piyo berumur delapan bulanan dan dia kena diare. Iya, diare terkutuk yang sama dengan yang¬†bikin¬†ruam itu. Waktu diare itu, tiba-tiba Piyo jadi trauma berat sama yang namanya WC. Daaaan…upaya¬†potty training¬†pun kembali ke titik nol…ūüė•

toilet seatSejak saya mengasuh Piyo penuh waktu, saya coba mulai lagi proses potty training yang sudah pernah sekali gagal ini. Kami belikan dia dudukan toilet anak yang super nyaman. Serius, super nyaman. Saking tampak nyamannya, saya sendiri sebenarnya berharap punya dudukan kayak gitu untuk saya sendiri. Hahaha (Dan aaaakkkk, ternyata dudukan toiletnya ada yang seri gambar bebek!). Diawali dengan hanya duduk main-main, baca buku, dan tetap pakai celana sampai akhirnya dia mau duduk nggak pake celana di dudukan itu, apapun kami lakukan supaya Piyo merasa nyaman duduk disitu.

Oke, langkah selanjutnya, setelah dia bersahabat sama dudukan toiletnya, kami membiasakan dia ke toilet di waktu-waktu tertentu. Pagi hari setelah bangun tidur, setiap setelah selesai mimik/nenen, sebelum tidur siang, bangun tidur siang, dan sebelum tidur malam. Oh iya, kita langsung ke WC¬†nggak pake¬†fase¬†potty-potty-an¬†alias WC anak kecil karena saya MENGHINDARI harus bersihin apapun yang harus dibersihkan di¬†potty¬†itu haha. Ngebayangin ada pup ketampung di WC-WCan, aduh nggak sanggup banget, harus dibuang ke toilet, terus dicuci, DIPEGANG….aaaaaaaaaaakkkkkūüė•

Selain itu, sewaktu dia duduk di toilet, saya rangsang dia dengan menyiram-nyiram (ga usah disebut apa yang disiram ya) pake air hangat. Pancingan ini berhasil. Dia jadi pipis. Urusan pipis ini buat kami lebih sulit dari pup, karena kita¬†nggak¬†pernah tau kapan Piyo pipis. Kan pake pospak… Pokoknya tiba-tiba pospaknya penuh, aja. Cara ini juga berhasil memberi gambaran pada Piyo tentang apa yang harus dia lakukan kalau duduk di WC. Iya, pipis. Kalau untuk pup jauh lebih mudah karena yang harus saya lakukan tinggal mencermati perubahan raut muka si kecil itu dan sesegera mungkin membawanya ke kamar mandi.

Oh ya, ada satu faktor penting lagi yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan Piyo bersahabat sama WC: buku. Iya, buku. Judulnya, “Danny is Done with Diapers: A Potty ABCs”.¬†Buku ini sukses berat mensugesti Piyo bahwa anak¬†gede¬†pipisnya di WC. Seperti kakak pintar! Bahkan ada masa dimana dia menggunakan frase “Kakak pintar” untuk¬†bilang¬†pipis atau pupūüėČ Ah,¬†my little one with her books….

Setelah dia menangkap konsep tentang pipis dan pup di WC, dan seiring waktu juga sudah mampu mengontrol otot-otot terkait urusan itu, program¬†potty training¬†ini pun sukses berat! Wooohooooo!ūüėÄ

Jadi intinya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melatih Piyo?¬†Well¬†ya, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya,¬†it literally took forever for me¬†hahaha. Kenapa? Karena saya kurang berdedikasi. Iya, semua tergantung orangtuanya kok. Butuh waktu cukup lama bagi saya karena saya akui, sebelumnya saya kurang menaruh perhatian¬†pada proses ini. Alasannya tak lain karena saya malas berada di rumah sepanjang hari, sementara untuk sukses melatih anak ke kamar mandi, butuh waktu dan perhatian khusus yang hanya dapat dilakukan di dalam rumah. Orangtua harus benar-benar memperhatikan kapan anaknya harus ke kamar mandi, dalam artian BENAR-BENAR memperhatikan. BENAR-BENAR…

Pelajaran penting dari¬†potty training¬†yang juga mau tak mau dihadapi orangtua adalah¬†ACCIDENT¬†alias ngompol… Pasti kejadian deh. Tapi balik lagi bahwa¬†experience is the best teacher.¬†Pengalaman adalah pelajaran terbaik, baik itu untuk anak maupun orangtuanya. Buat saya, ini juga yang jadi motivasi. Saya ingin secepat mungkin menuntaskan proses ini agar tak perlu sering-sering lagi mencuci karpet…ūüėÄ Buat Piyo, jelas ngompol akan membuat dia sadar bahwa dia jadi kotor haha. Iya, karena Piyo benci kotor.

Akhirul kalam, semangat buat para orangtua yang sedang berupaya mem-potty training¬†anaknya. Percayalah, semua keringat dan air mata itu akan berbuah manis…ūüėÄ

GANBATTEEEEEE!!!!

-NaY-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: