Memilih DSA, susah ya!

Iya, susah ternyata menemukan DSA yang cucok sama prinsip-prinsip orang tua dalam membesarkan anak. Kenapa susah? Well, sebagai orang tua yang nggak suka memasukkan berbagai bahan kimia ke tubuh anak, jelas gw nggak cocok sama DSA yang pro susu formula dan dikit-dikit ngasih obat. Gw juga ga suka sama DSA yang high profile dan berbicara seakan-akan si orang tua nggak tau apa-apa tentang anaknya. Emang sih, gw akui, kalau dari sisi skill, pasti deh semua DSA itu pinter. Nggak usah diperdebatkan lagi. But again, cara membesarkan anak itu pilihan masing-masing.

Buat gw, setelah beberapa kali gonta ganti DSA, akhirnya gw harus kembali ke dokter yang menangani Piyo sejak lahir, yang super friendly, super pro ASI, dan super pro home made-cooking untuk anak. Bukan maksudnya promosi, tapi pengen aja ngasitau kalo nama dokternya dr. Evelyn yang praktek di RS St. Carolus Salemba. Dokter ini bahkan mengukur panjang dan lingkar kepala bayi sendiri loh. Dan…selalu senyum! Dia juga selalu nanya gimana perkembangan bayi dan kendala yang dihadapi orang tua. Selain itu, dokter ini bener-bener mempraktekkan RUM – Rational Use of Medicine deh kayaknya. Sejauh ini bu dokter cuma pernah membekali Piyo sama balsem bayi Transpulmin yang cuma perlu dipake untuk menghangatkan badan bayi pas kena pilek dan tetes idung yang isinya air garem kalo hidung mampet. Satu plus lagi, tulisan tangannya bagus hehehe. Eh ini penting loh, soalnya apa gunanya catatan dokter di buku catatan kesehatan bayi kalo tulisannya aja nggak bisa dibaca sama orang lain? Bahkan jangan-jangan si dokternya sendiri juga nggak bisa baca tulisannya…😀

Oh iya, pilihan kedua gw setelah dr. Evelyn ini adalah dr. Hendri di RS Eka Hospital BSD. Yaa sebenernya nggak sengaja juga nemu dokter Hendri ini karena gw sekarang tinggal di BSD dan nggak mungkin untuk selalu ke Salemba tiap kali imunisasi Piyo, dan awalnya asal nembak juga milih dokternya😀 Tapi emang setelah mencoba 4 DSA yang berbeda di Eka Hospital, dokter ini yang paling oke. Again, nggak gampang ngasih obat. Kalo menurut doi si baby msh belum jelas sakitnya apa, ya ga perlu langsung dikasih obat macem-macem juga. Udah gitu, setiap kali periksa Piyo, bener-bener diperiksa dari ujung kepala sampe ujung kaki dengan teliti. Jadi nggak asal liat doang.

Hmm…tantangan lagi nih nanti kalo jadi berangkat ke Amrik, kebayang harus cari DSA lagiiii…huhuhuuu….

-NaY-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: