Dress to kill–and kill to dress

Semalem gue dan Chaa dateng ke acara alumni gathering di rumah Dubes Jerman untuk Indonesia. Quite a night, I should say. Kenapa? No no, it wasn’t about the party, the party was okay, ketemu temen-temen lama (dan baru). What made it a night adalah betapa salutnya gue melihat (dan merasakan) bagaimana para wanita mampu bertahan hidup dengan keharusan untuk memakai sepatu hak tinggi a.k.a high heels di banyak kesempatan. Termasuk pool side party semalam, yang dengan suksesnya membuat jari-jemari gue melepuh setengah mati gara-gara pake heels tali temali nan seksi namun harus bertahan berdiri di atas…tanah berumput –__–

Itu baru masalah mempertahankan cara berdiri yang oke, belum lagi harus berkeliaran kesana kemari selama berjam-jam. Hadeuuuhhh…mungkin memang gue yang nggak bakat jadi seperti wanita-wanita pejuang ibukota yang bisa lari-lari pake high heels ya.

Memang wanita…dress to kill. Or should I say…kill to dress –__–

-NaY-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: