Bahagia adalah…

Berhasil membuat Opa tersenyum ketika pada malam takbiran 2008 gue pulang ke Jakarta bawa baju koko buat opa yang gue beli dengan uang gaji gue sendiri, dan beliau sangat senang. Saat itu Opa tersenyum lebar dan langsung minta tolong Ibu (nenek gue) menyiapkan baju koko itu untuk dipake untuk solat Ied pagi harinya (padahal Ibu sebelumnya udah nyiapin baju koko juga). Wwaktu itu Opa sedang sangat sakit, dengan sirosis yang entah sudah seburuk apa. Ternyata itu lebaran terakhir bersama beliau… :’)

-NaY-

Menciptakan zona nyaman

My Working Space

Dari dulu saya nggak pernah memperhitungkan gaji untuk sebuah pekerjaan. Hal yang lebih penting bagi saya adalah suasana di tempat kerja, karena bagaimanapun, hasil kerja akan baik kalau suasana hati nyaman. Berada di tempat yang nyaman…itu yang selalu saya inginkan. Nyaman, juga nggak selalu identik dengan uang banyak. Itulah yang dulu menjadi alasan saya untuk menerima sebuah pekerjaan yang -bayangpuuun- gaji awalnya sebesar satu juta rupiah per bulan. Nggak kurang, nggak lebih. Hehehe, itu sekitar tiga tahun yang lalu, dan buat keluarga saya (khususnya ayah saya yang bekerja di perusahaan multinasional) adalah sebuah pilihan yang sangat-enggak-logis-banget-sih. Untuk seorang lulusan S1 yang ehm, lulus dengan predikat dengan pujian dan menyelesaikan studi dalam waktu tiga-setengah tahun, whew! It was a big joke! Tapi saya tau sejak pertama kali saya bertemu dengan orang-orang di kantor itu bahwa saya akan merasa nyaman berada di sana. Suasana yang sangat kekeluargaan menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Saya kira rasa nyaman itulah yang pada akhirnya mempengaruhi hasil kerja dan siapa sangka dalam waktu enam bulan ternyata gaji yang saya terima naik tiga kali lipat.

Namun ternyata peruntungan itu tidak berlanjut di tempat kerja saya yang sekarang. Saya menemukan bahwa bekerja di instansi pemerintah merupakan sebuah cobaan. Tak lain karena begitu banyaknya politik tingkat tinggi yang terlibat, membuat pihak-pihak haus kekuasaan bertebaran dimana-mana. Beberapa teman menyebut saya idealis, dan jelas tidak cocok bekerja untuk negara yang (meminjam istilah gaul) bisa dikatakan sudah kotor secara sistemik. Namun saya berpikir, terserah mereka mau apa, sekotor apapun permainan orang lain, yang penting saya harus bisa jaga diri. Itu saja.

Akhirnya saya sampai di suatu titik dimana sya tau bahwa zona nyaman bukanlah ditemukan, namun diciptakan. Berada di air keruh bukan berarti saya ikut menjadi keruh. Tidak. Saya tau saya hanya satu titik mikroba yang nggak keliatan dan jelas tidak punya posisi dan kemampuan untuk mengubah sistem. Jadi untuk sekarang, cara saya menciptakan zona nyaman adalah dengan tidak begitu mempermasalahkan apa yang terjadi di sekitar saya. Saya akan tetap melakukan pekerjaan saya dengan baik, berteman dengan orang-orang baik, menikmati hidup dengan orang-orang tersayang, dan merasa cukup dengan apa yang telah saya miliki. Bagaimanapun, di lingkungan seperti ini, rasa ingin mencapai sesuatu yang lebih adalah pintu untuk menghalalkan segala cara untuk capaian tersebut.

Nikmati hidup, merasa cukup, dan banyaklah tertawa! :D

-NaY-

Pembayaran tiket Lion Air dengan atm BCA

Dari sekian kali harus memesan tiket pesawat secara online, buat saya urusan pembayaran untuk maskapai yang identik dengan delay-nya ini memang salah satu yang paling susah. Baik itu menggunakan kartu kredit maupun lewat atm. Pada satu kesempatan awalnya saya mencoba melakukan pembayaran dengan kartu kredit (Mandiri VISA). Ternyata di bagian akhir langkah pembayaran ada kode konfirmasi yang dikirimkan ke nomor ponsel pemegang kartu kredit via sms dan harus dimasukkan untuk finalisasi. Setelah dua kali menerima sms konfirmasi dan tetap saja gagal, akhirnya saya beralih mencoba peruntungan dengan menggunakan atm BCA.

Tapi ternyata urusan pembayaran lewat atm ini tak kalah susahnya. Di situs resmi Lion Air saya tidak dapat menemukan cara pembayaran, hanya disebutkan bahwa dapat dilakukan lewat atm BCA saja. Entah saya yang gaptek nggak tau harus cari kemana atau memang nggak ada, namun informasi itu tidak dapat saya temukan. Setau saya ada menu pembayaran dan pembelian di layar atm BCA, dan saya pikir memang nanti akan ada pilihan untuk melakukan pembayaran tiket si Liong ini. Namun tadaaaaaa! Lagi-lagi hambatan menghadang. Tidak ada menu untuk itu. Akhirnya saya putuskan untuk browsing sana-sini, karena kebetulan juga pulsa HP sedang sekarat jadi menelepon CS si Liong bukan pilihan yang bijak, dan akhirnya saya temukan juga informasi untuk membayar tiket Liong di…kaskus. Sebenarnya saya bingung juga mengapa perusahaan sebesar Liong tidak mencantumkan informasi yang, ehm, informatif?

Well, ternyata memang dari thread di komunitas terbesar Indonesia itu saya temukan bahwa customer mau tidak mau harus menelepon call center Liong dulu untuk mendapatkan informasi mengenai cara pembayaran tiket lewat atm BCA karena ya memang informasi itu tidak ada di situs mereka. Jadi kurang lebih begini caranya: (1) Masuk ke menu “TRANSAKSI LAINNYA”; (2) pilih menu “PEMBAYARAN”; (3) pilih menu “LAIN-LAIN”; (4) masukkan kode perusahaan Lion Air 710110 dan pilih “BENAR”; (5) masukkan 13 digit kode pembayaran atm; (6) detail penerbangan akan ditampilkan dan transaksi berhasil.

Hmm, informasi seperti ini sebenarnya akan sangat membantu apabila ditampilkan di situs resmi maskapai, ya nggak?

-NaY-

Family matters

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.