Semua berawal dari pikiran: Pelajaran dari Berlin

Beberapa waktu yang lalu gue nonton sebuah tayangan ekspedisi biologi di sebuah sungai di Kongo untuk mencari spesies ikan baru. Hal yang wow banget adalah ketika gue tau bahwa satu tim ekspedisi mereka menelusuri sungai sepanjang RATUSAN mil itu pake KAYAK. Bayangin, kayak men! It takes around four days for them to go thru the river. Waktu gue lihat (dan dengar) informasi ini, spontan gue komen, “Ajigileeeee…berapa kilometer ituuuu…. Kalow aku sih udah mejret di tengah-tengah kayaknya!” Menanggapi celetukan itu, pacar langsung memandang dengan pandangan eh-cuape-deh alias pliisss-deeeh… :D dan langsung membalas dengan komentar, “Kamu sih semua pake dipikiriiin, liat aja dulu di Berlin gimana” Hm, mendengar itu, langsung deh otak gue mengaktifkan fitur autosearch sesuatu tentang Berlin… Jadi ada apa dengan Berlin? Mari kita lanjuuutt….

Ternyata pernah suatu ketika di sebuah akhir pekan di Berlin, Jerman tentunya, gue dan si pacar memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan keliling kota. Jalan-jalan di Berlin, pada akhir pekan, benar-benar bermakna jalan-jalan karena sebagian pertokoan tutup pada hari Minggu. Jadi beda dengan ketika gue bilang jalan-jalan di Jakarta yang berarti menghabiskan waktu dengan window shopping dan menjadi mall-hopper seharian hehe. Waktu itu kita memutuskan untuk menjelajah kota berjalan kaki. Bukan apa-apa, bukan karena udara segar, bukan karena ingin olahraga, tapi karena kere hahahahha… Okay, perjalanan dimulai dari hotel Westin Grand tempat kita nginep di Friedrichstrasse, teruuusss…sampe ngelewatin Hauptbahnhof a.k.a stasiun kereta, lanjut muterin pinggir dan menelusuri dalemnya Tiergarten yang merupakan hutan kota yang guede banget, dan akhirnya di sebuah jembatan di salah satu sisi Tiergarten, ada plang informasi: Bradenburger Tor 2,2 KM. Tiba-tiba aja sodare, setelah liat plang itu gue langsung lemah lesu dan tak berdaya :D Apaaahhh??? Masih dua kiloo lagiii ke Bradenburger Toooorrr??? *pusing*:D

Setelah itu semuanya bisa ditebak, gue langsung sibuk menggerutu dan berkeluh kesah, dikit-dikit berhenti dan istirahat. Padahal sepagian itu (we have walked for around 7 hours) gue bisa jalan dengan semangat juang tinggi dan kalo diitung-itung gue udah menempuh perjalanan puluhan kilometer haha. Jadi ternyata…semangat juang itu bisa luntur hanya karena pikiran gue berkata bahwa 2,2 KM itu…jauh bok.

Oke, jadi…kalo dipikir-pikir lagi, ya bener. Semua itu berawal dari pikiran kita. Kalo kita berpikir jalan kita ke depan pasti sulit, then..hard it is :) tapi sebaliknya, kalau kita berhasil mensugesti diri kita untuk melangkah dengan pasti dan menganggap bahwa nggak ada rintangan yang akan terlalu berat untuk kita lalui, the everything will go smoothly.

Kesadaran gue tentang kekuatan pikiran ini sebenernya merupakan sebuah konsep dasar dalam eksistensi manusia deh kayaknya. Tapi yang bikin beda adalah tiap orang menyadarinya di waktu yang berbeda, tergantung apa yang mereka alami dalam hidup. Ini pula dasar pemikiran (kalau udah pada baca) buku The Secret yang sempet booming beberapa tahun lalu dengan LoA (law of attraction-nya), dimana dikatakan bahwa apabila kita memiliki sugesti positif atas sesuatu, maka sugesti positif itu pula yang akan datang pada kita dan sebaliknya. Pernah gue coba sekali waktu kuliah di Bandung, I wrote a list of my dream car, mobil sedan hitam dengan kriteria detail yang blah blah blah. And I got that car.

Hmm, jadi ya…intinya, kun mutafaa’ilan wa laa kun mutasyaa’iman! Yang kira-kira artinya be optimistic, don’t be a pessimist one! Simpel tapi dalem :)

Cheers!

-NaY-

T.R.A.N.S.F.O.R.M.A.T.I.O.N

This shows how life should be...simple -_-

Pengen pengen?

Akhir-akhir ini gue merevisi daftar things I want experience in life. Waktu berlalu, dan umur bertambah, gue pun semakin tua. Jadi…ternyata ada beberapa hal yang gue pikir udah nggak menarik lagi (cihuyy… :D ). Tapi ada juga yang tetep ada dalam daftar. Yang jelas becoming rock star udah nggak ada di list itu hahaha. Hamster breeding juga agak berubah, jadi…miara landak mini.

So here comes my new list:

  1. Miara landak mini (gee, theyre so damn cute! Uhm despite those slithery things they ate yah…)
  2. Nyuci mobil pake snow wash *sendiri*
  3. Surfing! Iya, yang di pantai itu loohhh…bukan surf the net maksudnya :D
  4. Off road-ing
  5. Balapan di sirkuit F1 (wherever it is)
  6. Belajar hair dressing
  7. Nonton Casillas di Santiago Bernabeu (tetep 1000x  CUMA nonton Casillasnya doang!)
  8. Menerbangkan pesawat
  9. Keliling duniaaaa tanpa mikir hidup, percintaan, pekerjaan, dan hal-hal lain yang hanya akan berpotensi menumbuhkan UBAN di kepala
  10. Berkarya untuk masyarakat pedalaman (owh this has been sticking in my head for quite some time)
  11. Jadi pelatih lumba-lumba di sebuah theme park
  12. Menghabiskan waktu berbulan-bulan di sebuah pondokan pinggir pantai berpasir putih yang langitnya biru terang, air jernih kebiruan, angin sepoi-sepoi, banyak pohon kelapa, udara yang sangat segar, pulau-pulau karang yang terlihat di kejauhan, tanpa internet, tanpa alat komunikasi, dan tanpa nyamuk…

Gue mencoret beberapa hal dari daftar yang melibatkan banyak keringat seperti rock climbing dan naik ke puncak gunung semeru, karena untuk ngebayanginnya aja gue udah ngos-ngosan hahaha.

Anyway, semakin tua gue, semakin pendek daftar ini :D Kenapaaa kenapa kenapaaaa…. *tone Ayu Tingting* :D

Ah sudahlah,

Cheer up!

-NaY-

Something Inside (Jonathan Rhys Meyers)

When the one thing you’re looking for

Is nowhere to be found

And you back stepping all of your moves

Trying to figure it out

You wanna reach out

You wanna give in

Your head’s wrapped around what’s around the next bend

You wish you could find something warm

‘Cause you’re shivering cold

It’s the first thing you see as you open your eyes

The last thing you say as your saying goodbye

Something inside you is crying and driving you on

It’s the first thing you see as you open your eyes

The last thing you say as your saying goodbye

Something inside you is crying and driving you on

‘Cause if you hadn’t found me

I would have found you

I would have found you

So long you’ve been running in circles

‘Round what’s at stake

But now the times come for your feet to stand still in one place

You wanna reach out

You wanna give in

You wish you could find something warm

‘Cause you’re shivering cold

It’s the first thing you see as you open your eyes

The last thing you say as your saying goodbye

Something inside you is crying and driving you on

It’s the first thing you see as you open your eyes

The last thing you say as your saying goodbye

Something inside you is crying and driving you on

‘Cause if you hadn’t found me

I would have found you

I would have found you

It was your first taste of love

Living upon what you had

It’s the first thing you see when you open your eyes

The last thing you say as your saying goodbye

Something inside you is crying and driving you on

‘Cause if you hadn’t found me

I would have found you

I would have found you

I would have found you

I would have found you

SIM Keliling? Solusi yang kewl! ^_*

Berawal dari kejadian hari Jumat, 14 Oktober lalu, dimana gue untuk pertama kalinya dicegat Pak Polisi (selanjutnya disebut PakPul) :D Hari itu memang waktunya approval committee meeting rutin yang nggak pernah cepet selesainya. Alhasil Jumat itu gue berangkat dari kantor jam lima, dengan sangat sadar melintas jalur 3 in 1 sendirian (kan udah biasa melanggar krn pake kaca gelap hahaha) dan dengan santainya berhenti di lampu merah setelah RRI. Eh tak kusangkaaa…ada PakPul yang lagi jalan-jalan ngelewatin mobil gue dan setelah dia perhatikan, dia sadar dong kalo gue sendirian. Aaaaaaaaaaa…oke saat itu gue pasrah. Dia ketok-ketok kaca dan gue buka. Pakpul: “Mbak…harus bertiga…ini udah masuk 3 in 1″; Gue: “Iya pak…maap…ngaku salah…saya pulangnya telat…” *dengan mata berkaca-kaca kayak di komik Ufo Baby*; PakPul: “Ya udah mbak, menepi dulu di depan, sama pinjam surat-suratnya”. Gue pun menepi dengan ikhlas… Lanjuuutttt… PakPul: “Mbak emangnya mau kemana?”; Gue: “Ke ancol pak, nggak tau lagi harus lewat mana, saya dari thamrin soalnya”; PakPul: “Oh gitu mbak. Udah pernah ditilang sebelumnya?”; Gue: “Belom pak…belom pernah…”; PakPul: “Berkenan ditilang?”; Gue: “Berkenan sekali pak…silahkan…ikhlas kok…hiks…” *dengan tetap berkaca-kaca*; PakPul: “Oh ya udah…oiya mbak, ini simnya dua hari lagi habis loh, tanggal 16 Oktober”; Gue: “Oh iya ya pak? Saya nggak sadar. Kalo gitu berarti dua hari lagi saya ulang tahun loh pak *penting*”; PakPul: *menyerahkan kembali surat-surat gue* Ya udah mbak…silahkan lanjutkan perjalanannya…hati-hati ya”; Gue: *bingung* Lah pak, katanya saya mau ditilang?; PakPul: “Udah mbak nggak apa-apa, kan mau ulang tahun…”; Gue: —-____—-**** dan langsung tancap gas.

Nah, dari kejadian itu gue pun langsung niat untuk memperpanjang SIM. Kenapa? Yaa…karena…soalnya…gue kan suka ngelanggar 3 in 1, nggak mau dong pelanggarannya dobel, udah cuma sendirian pake SIM kadaluarsa pulak haha. Tapi ternyata masalah waktu tidak cukup bersahabat, rempong banget kalau harus meluangkan waktu seharian penuh di hari kerja(iya seharian karena antrian SIM di Polres Tangerang itu beuh lebih heyboh daripada antri sembako dan kalo hari sabtu kesananya aw aw mending ga usah deh). Di saat bingung-bingung bombay itu gue inget pernah baca artikel tentang oelayanan SIM keliling di Tangerang. Again, bukan gue namanya kalo nggak browsing sana-sini. Dan voila! Ketemu dong infonya, walaupun info di internet agak simpang siur tentang nama tempat-tempat pakpul-nya SIM keliling mangkal, tapi modal nekad aja. Hari Sabtu berikutnya gue dan pacar langsung bergerak pagi-pagi ke tempat dimana *gosipnya* jadi tempat mangkalnya bis SIM keliling. Di situs yang gue baca, tempatnya disebut Metropolis mall. Dibrowsing lagi yang muncul Metropolis Town Square. Begitu diserahkan ke GPS, tertulis Plaza Metropolis! Haduh! Tapi lagi-lagi nekad. Kita dateng ke Plaza Metropolis karena lebih percaya sama GPS. Nanya ke satpam di sana, ternyata bener disitu tempat SIM keliling. Hmm dan ternyata semua nama mall yang gue sebut di atas itu merujuk pada tempat yang sama :D

Okay, jadi kita sampe sana bener-bener pagi, jam setengah 7. Practically belom ada apa-apa hehehe. Belom ada tanda-tanda orang yang mau bikin SIM juga. Info yang didapet dari satpam, bisnya memang baru dateng jam 9-an dan bakal mangkal di bawah gambar SUPERMEN raksasa. Kita muter-muter nyari gambar si SUPERMEN itu, dan nggak ada dooong… Adanya gambar BETMEN. Ternyata emang maksudnya itu :D Anyway, oh. Jam sembilan-an meeen -_- Okay jadi deh kita sarapan dulu di pinggir danau. Karena memang mall ini ada di depan danau kecil haha. Nah sekitar jam 8-an mulai ada kerumunan orang yang kayaknya mau bikin SIM. Setelah tanya-tanya, ternyata kita harus nulis nama dulu di selembar kertas yang nantinya dikasih ke pakpul dan dijadiin acuan daftar antrian. Waktu gue nulis nama disitu, dapet urutan ke-9. Yah…not bad lah… Nah sekitar jam 9.15 akhirnya mobil pakpulnya dateng, bis gede gitu dan catchy banget, ada tulisannya SIM keliling gede-gede.

Hmm jadi kalo dibikin singkat sih prosedurnya kira-kira gini:

  • Tulis nama di daftar antrian
  • Siapin fotokopi KTP 2 lembar dan SIM asli yang akan diperpanjang (SIM keliling ini nggak melayani pembuatan SIM baru)
  • Isi formulir dari pakpul, siapin uang 170 ribu
  • Nunggu dipanggil
  • Masuk ke bisnya, bayar, foto, dan…jadi!
Jam 10 gue udah punya SIM yang udah diperpanjang. Jadi overall setelah pakpulnya dateng, waktu yang dibutuhkan cuma sekitar setengah jam! Hihihiyy senaaang… :D Oia, untuk pemanggilan nomer urutan, diselang-seling antara cewek-cowok. Jadi buat gue yang waktu itu dapet urutan no.9, sebenernya masuk ke bisnya jadi cewek nomer dua alias di urutan sebenernya jadi nomer empat. Hehehe…menyenangkan. Tanpa pungutan-pungutan liar nggak jelas pulak. Senangnya sekarang pelayanan publik sudah lebih bersahabat… :) Anyway, ini ada beberapa dokumentasi yang mungkin berguna buat siapapun yang mau perpanjang SIM pake jasa SIM keliling ini. Ada jadwal dan penampakan bisnya, dengan foto narsis gue tentunya haha. Enjoy!
Jadwal SIM keliling kota Tangerang:
Senin: Plaza Shinta Karawaci
Selasa: Pospol Pinang Cipondoh
Rabu: Taman Royal 1 & 3 Cipondoh
Kamis: Plaza Shinta Karawaci
Jumat: City Mall, Jl. M. Toha Pasar Baru
Sabtu: Plaza Metropolis Modernland
Minggu: Carrefour Batu Ceper
Call centernya: 021-99516664

Doa ulang tahun :)

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Ya Allah Ya Rabbi Ya Rahmaan Ya Rahiim,

Tiada syukur yang dapat menggambarkan kebahagiaan kami, karena Engkau memberikan kesempatan untuk hidup hingga saat ini. Ya Allah, di hari bahagia ini, kami mohon kepada Engkau, ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami, dan jangan Engkau biarkan kami mengulangi kesalahan-kesalahan kami. Ampuni kami karena kami melalaikan perintahMu, kufur akan nikmatMu, dan sombong atas diri kami walaupun sesungguhnya kami hanyalah sebutir pasir di luasnya hamparan bumiMu.

Semoga Engkau melimpahkan kepada kami rezeki yang barakah, ilmu yang bermanfaat; yang tidak hanya berguna bagi kami tapi juga bagi orang-orang di sekitar kami. Sesungguhnya kami ingin menjadi umat terbaik yang bermanfaat bagi orang lain.

Ya Allah bukakanlah selalu pintu hati kami, agar kami selalu dapat menerima hidayahMu. Hilangkanlah segala penyakit yang ada di hati kami, yang terkadang membuat kami berpaling dari jalanMu.

Ya Allah, bimbinglah kami selalu untuk menjadi manusia yang lebih baik, hingga kelak kami siap menghadap Engkau ketika kami kembali kepadaMu. Tiada daya dan upaya melainkan dengan segala pertolonganMu, hanya kepada Engkaulah kami memohon dan meminta. Kabulkanlah doa-doa kami…

Amin…

*Doa ulang tahun dari sahabat, Melati Pertiwi :) Thank you thank you thank you… :)

-NaY-

Three Gratitudes

Berawal dari sering nyolong liat-liat timeline twitternya chaa :D , jadi sering liat salah satu temennya setiap hari selalu ngetweet tiga gratitudes alias rasa syukur yang didapatkan selama hari itu. Hmm…really inspiring dan tergugah untuk ikut-ikutan. Kenapa? Karena…secara langsung memaksa gue untuk berpikir tentang nikmat yang Tuhan kasih hari ini. Karena gue pikir juga, dengan kita mengingat setidaknya tiga nikmat dan bersyukur atas itu, pasti akan menghalau segala perasaan “kurang” yang seringkali muncul. Bersyukur itu penting Bung! :D

-NaY-

Bahagia adalah…

Berhasil membuat Opa tersenyum ketika pada malam takbiran 2008 gue pulang ke Jakarta bawa baju koko buat opa yang gue beli dengan uang gaji gue sendiri, dan beliau sangat senang. Saat itu Opa tersenyum lebar dan langsung minta tolong Ibu (nenek gue) menyiapkan baju koko itu untuk dipake untuk solat Ied pagi harinya (padahal Ibu sebelumnya udah nyiapin baju koko juga). Wwaktu itu Opa sedang sangat sakit, dengan sirosis yang entah sudah seburuk apa. Ternyata itu lebaran terakhir bersama beliau… :’)

-NaY-

Menciptakan zona nyaman

My Working Space

Dari dulu saya nggak pernah memperhitungkan gaji untuk sebuah pekerjaan. Hal yang lebih penting bagi saya adalah suasana di tempat kerja, karena bagaimanapun, hasil kerja akan baik kalau suasana hati nyaman. Berada di tempat yang nyaman…itu yang selalu saya inginkan. Nyaman, juga nggak selalu identik dengan uang banyak. Itulah yang dulu menjadi alasan saya untuk menerima sebuah pekerjaan yang -bayangpuuun- gaji awalnya sebesar satu juta rupiah per bulan. Nggak kurang, nggak lebih. Hehehe, itu sekitar tiga tahun yang lalu, dan buat keluarga saya (khususnya ayah saya yang bekerja di perusahaan multinasional) adalah sebuah pilihan yang sangat-enggak-logis-banget-sih. Untuk seorang lulusan S1 yang ehm, lulus dengan predikat dengan pujian dan menyelesaikan studi dalam waktu tiga-setengah tahun, whew! It was a big joke! Tapi saya tau sejak pertama kali saya bertemu dengan orang-orang di kantor itu bahwa saya akan merasa nyaman berada di sana. Suasana yang sangat kekeluargaan menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Saya kira rasa nyaman itulah yang pada akhirnya mempengaruhi hasil kerja dan siapa sangka dalam waktu enam bulan ternyata gaji yang saya terima naik tiga kali lipat.

Namun ternyata peruntungan itu tidak berlanjut di tempat kerja saya yang sekarang. Saya menemukan bahwa bekerja di instansi pemerintah merupakan sebuah cobaan. Tak lain karena begitu banyaknya politik tingkat tinggi yang terlibat, membuat pihak-pihak haus kekuasaan bertebaran dimana-mana. Beberapa teman menyebut saya idealis, dan jelas tidak cocok bekerja untuk negara yang (meminjam istilah gaul) bisa dikatakan sudah kotor secara sistemik. Namun saya berpikir, terserah mereka mau apa, sekotor apapun permainan orang lain, yang penting saya harus bisa jaga diri. Itu saja.

Akhirnya saya sampai di suatu titik dimana sya tau bahwa zona nyaman bukanlah ditemukan, namun diciptakan. Berada di air keruh bukan berarti saya ikut menjadi keruh. Tidak. Saya tau saya hanya satu titik mikroba yang nggak keliatan dan jelas tidak punya posisi dan kemampuan untuk mengubah sistem. Jadi untuk sekarang, cara saya menciptakan zona nyaman adalah dengan tidak begitu mempermasalahkan apa yang terjadi di sekitar saya. Saya akan tetap melakukan pekerjaan saya dengan baik, berteman dengan orang-orang baik, menikmati hidup dengan orang-orang tersayang, dan merasa cukup dengan apa yang telah saya miliki. Bagaimanapun, di lingkungan seperti ini, rasa ingin mencapai sesuatu yang lebih adalah pintu untuk menghalalkan segala cara untuk capaian tersebut.

Nikmati hidup, merasa cukup, dan banyaklah tertawa! :D

-NaY-

Pembayaran tiket Lion Air dengan atm BCA

Dari sekian kali harus memesan tiket pesawat secara online, buat saya urusan pembayaran untuk maskapai yang identik dengan delay-nya ini memang salah satu yang paling susah. Baik itu menggunakan kartu kredit maupun lewat atm. Pada satu kesempatan awalnya saya mencoba melakukan pembayaran dengan kartu kredit (Mandiri VISA). Ternyata di bagian akhir langkah pembayaran ada kode konfirmasi yang dikirimkan ke nomor ponsel pemegang kartu kredit via sms dan harus dimasukkan untuk finalisasi. Setelah dua kali menerima sms konfirmasi dan tetap saja gagal, akhirnya saya beralih mencoba peruntungan dengan menggunakan atm BCA.

Tapi ternyata urusan pembayaran lewat atm ini tak kalah susahnya. Di situs resmi Lion Air saya tidak dapat menemukan cara pembayaran, hanya disebutkan bahwa dapat dilakukan lewat atm BCA saja. Entah saya yang gaptek nggak tau harus cari kemana atau memang nggak ada, namun informasi itu tidak dapat saya temukan. Setau saya ada menu pembayaran dan pembelian di layar atm BCA, dan saya pikir memang nanti akan ada pilihan untuk melakukan pembayaran tiket si Liong ini. Namun tadaaaaaa! Lagi-lagi hambatan menghadang. Tidak ada menu untuk itu. Akhirnya saya putuskan untuk browsing sana-sini, karena kebetulan juga pulsa HP sedang sekarat jadi menelepon CS si Liong bukan pilihan yang bijak, dan akhirnya saya temukan juga informasi untuk membayar tiket Liong di…kaskus. Sebenarnya saya bingung juga mengapa perusahaan sebesar Liong tidak mencantumkan informasi yang, ehm, informatif?

Well, ternyata memang dari thread di komunitas terbesar Indonesia itu saya temukan bahwa customer mau tidak mau harus menelepon call center Liong dulu untuk mendapatkan informasi mengenai cara pembayaran tiket lewat atm BCA karena ya memang informasi itu tidak ada di situs mereka. Jadi kurang lebih begini caranya: (1) Masuk ke menu “TRANSAKSI LAINNYA”; (2) pilih menu “PEMBAYARAN”; (3) pilih menu “LAIN-LAIN”; (4) masukkan kode perusahaan Lion Air 710110 dan pilih “BENAR”; (5) masukkan 13 digit kode pembayaran atm; (6) detail penerbangan akan ditampilkan dan transaksi berhasil.

Hmm, informasi seperti ini sebenarnya akan sangat membantu apabila ditampilkan di situs resmi maskapai, ya nggak?

-NaY-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.